Pilih Anak Pintar atau Anak Bodoh

Pengalaman membimbing siswa-siswiku mengikuti lomba design grafis yang diadakan SMK Corjesu sangatlah menyenangkan. Bagaimana tidak senang jika anak didik yang kita bimbing bisa memperoleh prestasi. Bersama ibu Ratih guru seni, aku menyiapkan siswa dengan materi photoshop yang memang sudah pernah kami ajarkan pada anak-anak ekstra kuriluler komputer maupun mata pelajaran reguler.
Ada pengalaman yang menarik yaitu saat menawarkan formulir lomba pada siswa yang boleh dikatakan anak-anak memiliki kemampuan tapi
ternyata tidak ada yang berminat untuk ikut. Kita ditawarkan anak yang biasa-biasa saja, mereka sangat antusias untuk ikut. Menandakan bahwa motivasi siswa biasa-biasa saja sangat besar jika guru mampu memicunya. Terbukti siswa-siswa yang mengikuti lomba hasilnya sangatlah baik dan dapat meraih juara.
Maka itu untuk menghasilkan siswa yang berprestasi guru harus bisa memotivasi siswa agar mereka dapat memunculkan potensi-potensi dalam dirinya. Mungkin selama ini potensi itu terpendam dalam diri siswa. Bukan hanya memberikan peluang hanya pada pintar-pintar saja. Sekolah berhasil bukan dilihat dari input yang baik menghasilkan ouput yang baik tapi INPUT YANG TIDAK BAIK MENGHASILKAN OUTPUT YANG BAIK. "Tantangan bagi kita semua".


2 komentar: