Protes atas Pencurian Pulsa oleh Provider Nakal


Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk besar merupakan sasaran empuk bagi berbagai macam produsen. Mulai dari perangkat elektronik, makanan, akses internet, pulsa telepon. Seperti kasus yang terjadi pencurian pulsa, kebanyakan para produsen berlomba-lomba membuat iklan dengan kata-kata menjebak.
Dan sudah diketahui jika iklan yang beredar di Indonesia adalah iklan menipu. Para produsen memanfaatkan struktur kata-kata untuk mengelabui karena mereka tahu kencederungan masyarakat kita tidak mau ribet. Cara-cara nakal dalam penawaran produk dengan memanfaatkan kelemahan konsumen. Namun pada akhirnya masyarakat makin cerdas dan mulai melancarkan perlawanan. Meskipun yang dihadapi adalah produsen besar yang selalu mendapat dukungan pemerintah. Karena keuntungan yang didapat sangat besar, jika sudah seperti itu pemerintah kurang memberikan perlindungan terhadap konsumen.
Perlawanan mulai dilancarkan dengan mempromosikan untuk tidak mematikan handphone selama 2 jam pada tanggal 15 Oktober 2011. Ajakan oleh komunitas "Pengguna Ponsel Indonesia" sebagai ungkapan kekecewaan terhadap pemerintah atas kebijakan terhadap operator seluler yang nakal. Ajakan tersebut tersebar melalui pesan berantai di BBM. Berikut ajakan tersebut:

"Setelah melihat langsung Rapat antara para Operator Seluler, BRTI, Kemenkominfo dan Komisi I di Gedung DPR-RI, 10 Oktober 2011, di mana para pemegang kebijakan ternyata tidak memiliki kebijakan untuk menangani kejahatan pencurian pulsa. Maka, dengan ini, kami menyerukan:
  1. Bubarkan BRTI…!
  2. Luncurkan SIM Card bebas iklan..!
  3. Matikan HP Anda pada tanggal 15 Oktober 2011 pukul 10.00 - 12.00 WIB sebagai hari bebas ponsel dan sebagai protes konsumen Indonesia pada para pihak di atas. Kami konsumen ponsel berhak untuk mematikan HP kami kapanpun. Tetapi jika seluruh Indonesia mematikan HP-nya serentak, para operator akan tahu akibatnya.
Tertanda,
Konsumen ponsel Indonesia"

"Hmm, moga aja dengan perlawanan oleh masyarakat, pemerintah makin tegas terhadapa pelanggaran oleh operator seluler.
"Ajakan itu hanya sehari bagaimana kalau berhari-hari?????"

0 komentar:

Post a Comment