IT dan Tantangan Sekolah Swasta

Beberapa hari yang lalu aku mendapat undangan dari yayasan tempatku berkerja. Pertemuan antara guru TIK dengan tim IT Bina Nusantara University (Binus) di SMAK Santa Maria Malang. Sharing pengalaman bagaimana penerapan IT dalam dunia pendidikan. Ada hal menarik yang mereka katakan bahwa sekolah-sekolah swasta harus bisa bersaing dengan sekolah-sekolah internasional dan sekolah-sekolah negeri plus. Jika tidak maka sekolah-sekolah swasta yang notabene sudah baik bisa kekurangan murid. Realita memang sekarang banyak orangtua murid sangat selektif dalam memilih sekolah untuk anak-anak mereka.

Nah dalam persaingan tersebut salah satunya adalah dengan menerapkan pendidikan berbasis IT. Sarana prasarana yang mendukung dalam bidang IT sangat memungkinkan menaikan daya minat siswa dan orangtua siswa. Dengan berbasis IT pembelajaran akan semakin menarik dan menyenangkan daripada pembelajaran yang bersifat klasikal.
Kendala akan selalu muncul ditingkat petinggi yang awam akan IT meskipun sumber dana sangat memungkinkan. Saat itu juga aku mengungkapan, "Pertemuan ini bagus dan saya mendukung tapi akan menjadi percuma jika di tingkat lokal sekolah tidak mendukung."
Setelah pertemuan dengan Binus, sekolah yang mulai berbenah adalah SMAK Santa Maria. Kepala sekolahnya mulai memintaku untuk melakukan perbaikan IT yang sudah ada. Bersama Rafael Nugraha, aku mulai melakukan survey kebutuhan apa yang diperlukan. Pertama-tama adalah memaksimalkan akses internet secara LAN dan Hotspot. Kemudian kusarankan membeli Router Mikrotik RB 1100 AH. Dua hari dua malam kami bekerja agar akses internet via LAN dan Wifi dapat digunakan warga sekolah.
Dari situ aku bisa mengambil kesimpulan, sekolah swasta harus mulai berbenah diri. Jika tidak, murid akan melirik sekolah lain. Ide dan action yang cerdas perlu diakomodasi dengan baik. Bukanya berpikir negatif atau ditolak mentah-mentah..

1 komentar: