Tahukah Akses Internet Indonesia Paling Lambat dan Mahal

Berawal dari pengalaman pribadi sebagai tenaga IT di lembaga pendidikan. Aku akan menceritakan kegalauanku...hiks. Perlu pembaca ketahui sudah menjadi kegiatan rutin ditempatku bekerja mengadakan audit internal. Ya, tempatku bekerja memiliki Standar Manajemen Mutu ISO maka audit internal dan eksternal adalah suatu kewajiban. Dibidang pendidikan, audit dilaksanakan dari bidang kurikulum, humas, sampai sarana prasarana. Nah, saat audit di bidang sarpras, auditor menanyakan tentang akses internet yang lambat.
Sebagai penanggung jawab IT, aku mencoba menjelaskan pada auditor bahwa kuota langganan internet masih kurang. Meskipun auditor kurang paham IT tetap aku berusaha menjelaskan dengan detail.
Perlu diketahui bahwa langganan internet di tempatku bekerja adalah 3 Mbps dan 2 Mbps. Jika ditotal adalah 5 Mbps yang di load balancing dengan menggunakan Mikrotik routerboard. Saat jam efektif banyak komputer yang menggunakan akses internet, yakni sebanyak 40 pc lab komputer, 2 pc bendahara, 1 pc kepala sekolah, 2 pc perpustakaan, 3 pc tata usaha,  35 laptop guru, 1 pc konseling, 1 pc ruang ISO. Jika dirata-rata pengguna dalam 1 hari pada jam yang sama adalah 50 user. Maka dengan suara lantang saya menjelaskan auditor "5 Mbps untuk 50 PC itu jelas lambat pak!!" Sang Auditor hanya mengangguk-angguk saja. Dalam hati aku berkata, Tahu gak ya pak auditor??"
Memang sulit menjelaskan untuk orang awam, yang penting bagi mereka adalah buka laptop internet langsung ngacir... wush. Sebaliknya sebagai teknisi wush..... langsung pingsan (wkwkwk).
Sebenarnya aku masih ingin menjelaskan lebih detail lagi. Namun sayang auditor yang lain menanyakan masalah yang berbeda. Maka melalui tulisan ini berharap banyak orang awam paham tentang akses internet (semoga rekan-rekanku yang komplain juga baca hehehe...).
Ok, mari kita mulai penjelasan...
Internet merupakan sesuatu yang penting dalam dunia pendidikan. Para guru bisa memperoleh banyak informasi, teori, materi untuk bahan ajar. Bagi siswa, internet dapat membantu mengerjakan tugas atau belajar. Bagi tata usaha, internet dapat membantu untuk surat-menyurat. Bagi bendahara, internet dapat mempermudah dalam pengelelolaan keuangan. Intinya semua komponen pendidikan sangat membutuhkan internet.
Namun sayang kebutuhan internet berbanding terbalik dengan biaya dan kecepatan aksesnya. Boleh dikata akses internet di negara ini tergolong lambat dan mahal. Kenyataan tersebut dipertegas oleh penelitian yang dilakukan oleh Akamai. Ternyata memang akses Indonesia paling lambat se-Asia Pasifik. Menurut hasil penelitian kuartal II berjudul "2012 State of the Internet" dari Akamai yang dicuplik Kompas Tekno, di Indonesia masih cukup banyak pengguna yang browsing dengan kecepatan internet sangat lambat.
Tercatat masih ada sebanyak 13,8 persen pengguna di Indonesia yang mendapat koneksi internet dengan kecepatan maksimal atau di bawah 256 kbps, sedikit di atas standar GSM EDGE (up to 237 kbps).
Bandingkan dengan negara tetangga kita, Singapura, yang hanya tinggal 0,2 persen, Malaysia 1 persen, dan Vietnam 7,4 persen.
Akamai juga mengungkap jumlah pengguna di Indonesia yang "beruntung" bisa menikmati akses internet broadband kecepatan tinggi. Ternyata jumlahnya tak sampai 1 persen dari total pengakses, tepatnya hanya 0,82 persen pengguna internet Indonesia yang dapat menikmati koneksi dengan kecepatan di atas 4 Mbps. Meskipun "lelet", mau tak mau tetap berlangganan karena tidak ada pilihan lain. Malah pilihan lain bisa lebih mahal.
Mari kita tengok perbandingan test kecepatan antara Jepang dengan Indonesia (sumber Kaskus) berikut:

Speedtest di Jepang

Speedtest Jakarta Indonesia

Ni hasil test internet ditempat kerja penulis untuk speedy yang 2Mbps:

 Dan berikut peringkat Indonesia dari hasil penelitian kecepatan akses internet seluruh dunia:


Jika melihat hasil di atas maka orang awam seharusnya dapat memahami agar tidak sampai terjatuh dalam lembah yang sangat dalam (hehehe). Ok, mari kita berdoa agar pemerintah dapat membuat kebijakan "Internet Murah dan Cepat".
Mohon komen para master IT...

Source:
10 Negara dengan Internet Tercepat di Dunia
Terendah Se-asia, Seberapa Parah Koneksi Internet di Indonesia
12 Negara Internet Tercepat Dunia Indonesia Peringkat138

4 komentar:

  1. Hahaha, Iyo Bro, apalagi saya di desa, yang posisinya agak jauh dari BTS, disini masalahnya bukan cepat atau lambat, tapi masalahnya nyambung atau putus .. .. ..

    ReplyDelete
  2. Prihatin bro,,, negara kita hanya cari untung besar dari pengelolaan frekuensi. Gak sadar klo internet murah masyarakat makin maju. Smoga didesa sampean akses internet bisa lancar dan murah

    ReplyDelete
  3. jadi inget pengalaman seorang kenalan yg kerja di daerah papua,, katanya gadget orang timur itu sudah canggih2, tab pake android, tapi mreka nggak kenal EDGE, GPRS, apalagi HSDP, makanya paling banter gadgetnya cmn buat main game,,

    ReplyDelete
  4. Iya buk... buat nampang doang,,,

    ReplyDelete