Siswa Mengakses Situs Porno, Benarkah?

Pagi selasa tanggal 12 Januari 2009, sebelum mengawali mengajar kami selalu mengadakan rapat kecil untuk memberikan informasi berbagai hal. Kepala sekolah menginformasikan bahwa murid kelas 7 bisa membuka situs-situs porno. Info tersebut diperoleh dari orangtua siswa kelas 7. Sedangkan saya sebagai guru yang juga menjabat sebagai admin lab. komputer merasa ada yang tidak beres. Karena sejak awal saya melakukan pemblokiran dengan menggunakan Mikrotik dengan kata kunci sex, seks, porn, porno, telanjang, naked, breast, bokep dan lain-lain (ga perlu disebutkan semua ntar siswa bisa cari alamat yg lain. Ya kadang-kadang info-info itu sangat membantu tapi terkadang juga menyesatkan. Semestinya hal itu dikonfirmasikan pada yang bersangkutan (yang ngerti teknologi). Perlu diketahui bahwa sepintar-pintarnya kita memblokir situs-situs porno masih ada orang yang bisa membobolnya. Toh lewat internet kita bisa mendapat banyak panduan-panduan untuk membobol blokiran situs-situs porno. Selain itu juga pengelola situs-situs porno juga pandai untuk mengelabui blokiran-blokiran tersebut misalnya dengan tidak menggunakan kata-kata kunci seperti diatas atau mereka menggunakan bahasa Rusia, Jepang (Kanji), Korea, Arab dan lain-lain. Apakah seorang Admin harus mengusai itu semua? Jika suatu lembaga pendidikan ingin profesional dalam bidang teknologi informasi maka harus dipikirkan divisi khusus yang menangani pengelolaan hardware, jaringan, dan keamanan jaringan. Guru tidak harus menjabat rangkap tapi lebih fokus pada tugas utamanya yaitu mengajar dan mendidik. Menurut saya, apa yang saya lakukan dengan pemblokiran lewat Mikrotik sudah sangat maksimal. Jika masih ada yang bisa membuka artinya siswa itu "pintar" karena ia mengetahui berbagai macam cara untuk mengelabui pemblokiran Mikrotik. Tapi yang menjadi pertanyaan Apakah itu info dari orang tua diatas benar atau info ngawur? Berikut screen shoot pemblokiran yang saya lakukan di SMPK Santa Maria II Malang dengan web proxy Mikrotik:
(masih banyak dalam screenshoot yang tidak perlu ditampilkan... bahaya...)
Kadang Kita Merasa Lebih Pintar, Kadang Kita Merasa Lebih Kaya, Kadang Kita Merasa Lebih Baik, Tapi... Apakah Kita Pernah Merasa Lebih Buruk Dari Orang Lain

0 komentar:

Post a Comment